Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seminar Kebangsaan dan Pelantikan PA GMNI Sekadau, Andriwanto Pimpin Periode 2026–2031

Jumat, 30 Oktober 2026 | Oktober 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T11:25:43Z
Seminar Kebangsaan dan pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031.


Sekadau Kalbar, kalbaraktual.com - Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Kabupaten Sekadau menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penyelenggaraan Seminar Kebangsaan dan pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031 dengan tema “Reaktualisasi Nasionalisme dalam Memperkuat Persatuan, Keadilan Sosial dan Kedaulatan Bangsa di Tengah Pembangunan Daerah, Nasional dan Global”, Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Credit Union (CU) Keling Kumang. Jumat (30/10/2026).


Sekitar 70 peserta dari berbagai kalangan menghadiri kegiatan tersebut. Hadir juga Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat Aloysius, anggota Komisi XIII DPR RI Paulus Hadi, Rektor Institut Teknologi Keling Kumang Dr. Stefanus Masiun, Sekretaris DPD GMNI Kalimantan Barat Muhamad Darusalam, serta sejumlah tokoh organisasi, akademisi, penyelenggara pemilu, mahasiswa dan alumni GMNI. Ganjar Pranowo dan Prof. Dr. Arief Hidayat turut berpartisipasi secara virtual.


Ketua Panitia Jimy Abraham, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab moral alumni GMNI dalam menjaga nilai-nilai perjuangan organisasi.


"Saya berharap melalui seminar kebangsaan ini, semangat nasionalisme kita dapat terus diperkuat dan diwujudkan dalam kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah kita," ujar Jimy Abraham.


Ketua DPRD Kalimantan Barat, Aloysius, dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus PA GMNI untuk mengambil bagian dalam memperjuangkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.


"Menurutnya saya persoalan ketimpangan pembangunan, keterbatasan infrastruktur, serta pengurangan anggaran transfer ke daerah menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama dan saya menilai organisasi kemasyarakatan dan kalangan intelektual memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat serta mendorong pemerintah agar kebijakan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat," ungkap Aloysius.


Sementara itu, Sekretaris DPD GMNI Kalimantan Barat, Muhamad Darusalam, berharap kepengurusan baru PA GMNI Sekadau ini mampu memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun sinergi dengan pemerintah daerah.


"Saya juga mengingatkan agar semangat revolusioner kita yang menjadi identitas GMNI tidak hanya berhenti pada slogan, melainkan diwujudkan juga melalui kerja nyata dalam membantu masyarakat dan memperjuangkan kepentingan kelompok yang lemah," tuturnya.


Dalam sesi seminar, Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual mengangkat persoalan pengelolaan sumber daya alam dan pelaksanaan otonomi daerah. Ia menilai Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga harus mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat.


Ia juga menyoroti persoalan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH), royalti, dan pajak dari pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, hak daerah harus diperhatikan sesuai ketentuan yang berlaku agar daerah penghasil memperoleh manfaat yang layak dari kekayaan alamnya. Ganjar juga turut menyinggung kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap kemampuan daerah dalam melaksanakan pembangunan.


Komisi XIII DPR RI, Paulus Hadi juga mempunyai Pandangan serupa mengenai ketimpangan pembangunan. Ia menegaskan bahwa nasionalisme harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan diwujudkan melalui keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa, termasuk wilayah pedesaan serta kawasan perbatasan Kalimantan Barat, masih menjadi persoalan yang harus diperhatikan.


"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memahami nasionalisme bukan hanya sebagai simbol kecintaan terhadap negara, tetapi juga sebagai komitmen memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.


Rektor ITKK, Dr. Stefanus Masiun, dalam pemaparannya menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak secara otomatis menjadikan suatu bangsa sejahtera. Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan dan institusi politik serta ekonomi.


Ia menjelaskan bahwa pembangunan harus diukur melalui peningkatan kualitas hidup masyarakat, pemerataan kesempatan, pelayanan publik, penghormatan terhadap martabat manusia, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.


Menurutnya, organisasi masyarakat sipil, komunitas adat, dan organisasi kebangsaan harus mampu menjadi penghubung aspirasi masyarakat sekaligus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembangunan.


Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno, menyampaikan bahwa keberadaan GMNI merupakan gambaran nyata semangat persatuan dalam keberagaman. Organisasi tersebut mempertemukan berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya dalam satu semangat kebangsaan.


"Saya berharap PA GMNI Sekadau ini mampu menunjukkan eksistensinya melalui program-program yang bermanfaat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," harapnya.


Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau, Andriwanto, menegaskan bahwa nasionalisme tidak boleh hanya dimaknai sebagai romantisme sejarah, tetapi harus menjadi kesadaran bersama yang diwujudkan melalui tindakan konkret.


Ia mengajak seluruh pengurus untuk memperkuat persatuan, menjaga keberagaman, dan mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Sekadau maupun Kalimantan Barat.


Pelantikan pengurus DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031 dilaksanakan secara daring oleh Ketua Umum DPP PA GMNI, Prof. Dr. Arief Hidayat, melalui pembacaan Surat Keputusan Nomor 08.04/SK/DPP/PA-GMNI/X/2026 tentang pengesahan struktur, komposisi, dan personalia kepengurusan.


Dalam susunan kepengurusan tersebut, Andriwanto, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua DPC PA GMNI Kabupaten Sekadau periode 2026–2031, didampingi Ahmad Fauzi Shabirin, S.IP. sebagai Sekretaris dan Fransiska Pela, S.IP. sebagai Bendahara.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan kondusif.


"Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini PA GMNI Kabupaten Sekadau diharapkan mampu memperkuat peran organisasi sebagai wadah pemikiran, penyampaian aspirasi, serta mitra kritis dalam mengawal pembangunan daerah demi terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan sejahtera," pungkasnya. (Rilis)

×
Berita Terbaru Update